Balada Muslim Kaffah: 7 Kiat Agar Lebih Istiqamah

Indeed, those who have said, “Our Lord is Allah ” and then remained on a right course – the angels will descend upon them, [saying], “Do not fear and do not grieve but receive good tidings of Paradise, which you were promised.

(Allah SWT – QS. Fusshilat: 40)

Sebuah momen saat menelusuri jalan setapak bukit Genova, Italia

Beberapa hari yang lalu saya sempat merenung usai mendengar khotbah shalat Jum’at. Sang khatib ketika itu menyampaikan betapa pentingnya menjadi muslim yang kaffah –menjadikan segala sesuatu tidak terlepas dari kesadaran ber-Islam. Dengan ilmu beliau yang luas, didukung dengan perpaduan isi ceramah dengan isu-isu terhangat masa kini terutama mengenai Islam tanah air, isu Palestina, isu beberapa ulama dan lain sebagainya, membuat batin saya tergelitik untuk memikirkan sesuatu sampai sekarang. Hati saya bertanya frontal, sebagai seorang muslim, apa yang sudah saya kontribusikan untuk agama ini?

Continue reading “Balada Muslim Kaffah: 7 Kiat Agar Lebih Istiqamah”

Agar Impian itu Lebih Bermakna

Semua orang mungkin punya impian untuk diraih. Tanpa impian mungkin hidup ini akan terasa hambar. Jika tidaklah dikatakan impian, paling tidak namanya keinginan. Itulah yang membedakan manusia dari malaikat kan? Tapi akal yang dianugerahkan Allah kepada kita tentu saja bisa menimbang baik dan buruknya keinginan, akal lah yang mampu mengontrol keinginan itu, sekaligus memikirkan bagaimana impian itu terwujud sehingga tidak hanya menjadi angan-angan. Itu pulalah bedanya manusia dari binatang. Continue reading “Agar Impian itu Lebih Bermakna”

Fitnah Cinta

Beranjak dewasa, tiada mengapa pemuda itu mulai merasakan suka, jika hal itu belumlah lagi bisa didefinisikan sebagai cinta. Suka kepada keindahan yang tampak oleh kedua matanya, suka kepada hal yang diingininya. Ia adalah seorang perempuan yang rupawan, indah akhlaknya, dan pemahaman agamanya terlihat dari penampilannya. Tidak ada alasan khusus untuk menyukainya, rasa itu hanya muncul begitu saja dari langit. Continue reading “Fitnah Cinta”

Ketika Ulama Sudah Tiada

Beberapa hari yang lalu, ketika di mushalla komplek tempat saya tinggal, saya menyempatkan diri untuk mendengarkan ceramah agama yang rutin diadakan setiap bulan. Ketika itu, topik yang dibahas adalah mengenai tanda-tanda hari kiamat. Sang ustadz waktu itu menjelaskan, bagaimana ketika hari ini tanda-tanda yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw 14 abad yang lalu mulai satu per satu muncul dan terlihat. Kita, memang adalah umat di penghujung zaman. Tapi, sudahkah kita sadar?

Ada pun tanda-tanda kiamat menurut beberapa hadits sahih, sangat banyak. Namun satu hal yang paling menjadi perhatian saya waktu itu adalah, hadits Nabi Saw tentang dicabutnya ilmu dari umat manusia. -Bagaimana mungkin? Ya, mungkin itu adalah pertanyaan awam yang tetiba saja muncul di benak kita ketika Nabi Saw bersabda, bahwa pada akhir zaman nanti ilmu akan dicabut.
Continue reading “Ketika Ulama Sudah Tiada”

4 Cara Seorang Muslim Menghadapi Musibah

Musibah memang bisa datang kapan saja, dimana saja, dan pada siapa saja. sebagai manusia, kita tentu kerapkali dihadapkan dengan yang namanya ujian, ataupun cobaan, ataupun musibah. Di waktu shalat Jum’at berjama’ah hari ini, kebetulan saya mendapat sedikit pencerahan dari sang khatib mengenai bagaimana seharusnya kita, sebagai orang yang beriman kepada Allah subhanallahu wa ta’ala menyikapinya. Khutbah kali ini rasanya menyentuh banget, apatah lagi akhir-akhir ini banyak sekali musibah yang datang, misalnya saja masalah kabut asap yang sampai hari ini masih belum teratasi. Continue reading “4 Cara Seorang Muslim Menghadapi Musibah”

Refleksi Idul Fitri: Pesan-Pesan untuk Diri

Selamat datang Syawal. Eid Mubarak. Selamat datang Idul Fitri. Ketika hari berganti hari kita menyadari bahwa ternyata hidup ini memang cuman sebentar. Nggak tau kapan akan berakhir, namun yang pasti tidak lama. Seperti Ramadan yang telah pergi meninggalkan kita. Menyisakan sisa-sisa semangat untuk memperbaiki diri.

Ramadan memang sudah pergi. Tapi ketika Allah bilang di dalam al Qur’an, puasalah agar kamu bertaqwa, tentulah rasanya rugi banget kalau yang namanya taqwa itu nggak juga hadir di dalam hidup kita. Taqwa memang kata yang sederhana, simpel, mudah diucapkan. Tapi…, ya.. mengamalkannya amatlah berat bagaikan memindahkan gunung dari pasaknya. Mustahil? Tidak juga. Kalau punya kekuatan kaya superman atau Hercules di cerita-cerita fiksi, mungkin bisa. Hehe. 😛 Continue reading “Refleksi Idul Fitri: Pesan-Pesan untuk Diri”

Mukmin dan Sebulan Ramadhan

Alhamdulillah. Ramadhan kembali datang menyapa. Bulan yang amat istimewa, yang membawa harapan untuk kembali berbenah diri dari segala debu dan kotoran yang menyelinap di dalam dada. Bulan penuh rahmat, berkah dan ampunan dari Allah untuk setiap hamba-Nya.

Maka tentulah kita tak kan lupa dengan seruan Allah swt, yang hanya terkhusus untuk mereka yang beriman kepada-Nya. Berpuasa yang telah Ia wajibkan pada mereka. Sebagaimana telah diwajibkan bagi umat-umat sebelum mereka. Dengan tujuan, agar mereka bertaqwa. Continue reading “Mukmin dan Sebulan Ramadhan”

A Message for Life

Hello life. How are you right now? I hope that you are always enjoying the day which comes. Because you are not here right now if you were made for nothing. But now, you have been growing up and facing the world for twenty three years.

Do you still remember about the promises that you spoke when you met up with your God back then? About what you life for, who will you standing with, and how will you walking through. I hope that you are not forgetting that hard moment. When you agreed to be His Caliph for this world even the hills and mountains couldn’t. Verily, you have to remember it once again.

Oh life, what will you face tomorrow? Do you know? Ya, of course not. But is there any thing you have learned from your past? You have grown up for this years and you did know nothing? How poor if you didn’t. Continue reading “A Message for Life”

Menghidupakan Mi’raj, Memaknai Shalat Kita

Ketika itu, aku menggelar alas sajadah kecil di atas lantai. Meskipun ku masih mengira-ngira arah kiblat. Aku memulai ibadah yang rutin kami lakukan sebagai muslim. Ya, apalagi kalau bukan shalat. Satu-satunya pembeda kita dengan non-muslim. Meksipun dalam hati selalu merasa miris ketika melihat saudara yang mengaku muslim tapi enggan melakukannya.

Mungkin, saat itu dia tengah memperhatikanku. Bediri mematung, mengangkat kedua tangan, melipatnya di dada, lalu membungkukan punggung, dan mencium lantai. Itupun berulang-ulang kali. Ya, dia yang melihatku memang seorang yang sangat dan amat jarang melihat apa yang dia lihat ketika itu. Dia temanku, seorang non-muslim dari Jerman. Dia sedang memperhatikanku menunaikan shalat. Continue reading “Menghidupakan Mi’raj, Memaknai Shalat Kita”