Bougenville 12, Part 6 – Misteriku di Ambun Pagi

Mengantre di tengah kerumunan manusia tidaklah mengenakkan. Sudah hampir 20 menit giliranku belum jua datang. Saking ramainya aku dan ibu awalnya pun sulit mencari tempat duduk di poliklinik rumah sakit pusat Sumbar ini. Meski akhirnya kami duduk terpisah, tapi setidaknya ada tempat bersandar ketika rasa penat mulai mendera kami pagi itu. Aku hanya melihat ibu dari kejauhan, duduk bersama pasien-pasien lain yang juga mengantri giliran. Tatapannya dalam, entah apa yang beliau fikirkan. Sekali lagi aku sebenarnya tidak tega membawa beliau kesini, ditambah lagi ibu terlihat kepanasan karena pendingin ruangannya tidak berfungsi dengan baik. Ya Allah, jagalah ia di saat dan situasi apapun. Continue reading “Bougenville 12, Part 6 – Misteriku di Ambun Pagi”

Bougenville 12, Part 5 – Rangkulan Sang Ibu

Kamis, waktu Dhuha, aku dan ibu akhirnya menginjakkan kaki di tanah Bingkuang. Cuaca kala itu begitu cerah dengan teriknya pancaran sinar matahari. Ku lihat keringat ibu mulai muncul di sela-sela keningnya yang lunak, memperlihatkan panasnya cuaca yang tak pernah ditemui di kampung halaman.

Perutku mulai keroncongan. Teringat sedari subuh tadi belum ada satupun makanan yang terhidang untuk sang gaster. Ditambah lagi aku kebelet pipis, huahh.. menderitanya. Berbeda dengan ibu, ibuku memang biasa tidak sarapan pagi, beliau mual kalau sarapan katanya. Continue reading “Bougenville 12, Part 5 – Rangkulan Sang Ibu”

Bougenville 12, Part 4 – Sabar di Atas Jalan

“An, jago lai.” Ibu membuka pintu kamarku yang agak berisik ketika digerakkan. Bukan “agak” sepertinya, tapi “masyaAllah”. Hehe.. Dengan malasnya aku menyahut, mengangguk tak jelas, dan membuka mata yang “wuueh” beratnya “minta ampun”. Ibuku ternyata baru bangun juga, rambut beliau terlihat kusut, bibirnya manyun namun tetap terlihat cantik dan ramah. Senyuman manis tertoreh di sudutnya. Continue reading “Bougenville 12, Part 4 – Sabar di Atas Jalan”

Bougenville 12, Part 3 – Jabat Tangan Spesialis THT

Sang surya kembali terbit dari sela gunung Sago. Cerah dan langit diliputi awan yang putih. Surat rujukan telah siap dan ku taroh di dalam sebuah map kuning dengan rapi, lengkap dengan fotokopian kartu ASKES dan beberapa lembar foto diri. Pagi ini aku akan berangkat, berdua saja dengan ibu sambil mengendari motor matic dari arah kediamanku. Continue reading “Bougenville 12, Part 3 – Jabat Tangan Spesialis THT”

Bougenville 12, Part 1 – Sepenggal Hikmah Allah

Alhamdulillah, operasi fistel preauricular ini telah selesai terlaksana, meski sekarang masih dalam masa penyembuhan.  Ingin rasanya menceritakan segala pengalaman yang terekam selama dirawat di rumah sakit ini, mulai dari awal hingga akhir yang banyak sekali mengandung hikmah dibalik setiap alur cerita yang Allah siapkan untuk saya. Berharap mudah-mudahan operasi ini menjadi jalan kesembuhan yang saya tunggu-tunggu selama 19 tahun ini. Mudah-mudahan ya Rabb. amin.. Continue reading “Bougenville 12, Part 1 – Sepenggal Hikmah Allah”