The Way I Love Reading

For the past of my life, I’ve been thinking about a hobby that just came into my third decade of ages. Someone has shown me about something that I’ve never imagine as a hobby, maybe only in this short time of life. He looks fine with it, and enjoyed it. I could see it with my eyes that he loves it. And I thought that I should be grateful for Allah who has shown me someone like him. Continue reading “The Way I Love Reading”

Dokter Senior – Yunior Tetap Menyatu

PAYAKUMBUH – Maret 2015, ketika itu saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah kegiatan pertukaran mahasiswa kedokteran dunia yang diselenggarkan oleh IFMSA (International Federation of Medical Student’s Association) di Kota Genova, Italia. Saya pun berangkat sebagai delegasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk belajar di sebuah rumah sakit khusus anak, Instituto Giannina Gaslini Children Hospital, dengan konsentrasi di Departemen Bedah Anak selama satu bulan penuh.

Continue reading “Dokter Senior – Yunior Tetap Menyatu”

Suka Duka Seorang Backpacker #Italychronicles – Part 8 [The End]

Kesempatan belajar selama satu bulan di Italia merupakan waktu yang amat sangat berharga untukku berpetualang. Alhamdulillah, setiap minggu, profesorku di Instituto Gaslini memberikanku libur akhir pekan setiap Sabtu dan Minggu. Kadang-kadang, profesorku yang baik hati itupun memberikanku liburan akhir pekan tambahan di Hari Jum’at, bahkan beliau sendiri yang memintaku untuk mengelilingi dan mengunjungi tempat-tempat baru di Italia. Tentu saja kebaikan hati beliau tak akan ku sia-siakan. Sudah jauh-jauh datang ke Italia, tidak mungkin aku akan melewatkan kesempatan ini begitu saja. Continue reading “Suka Duka Seorang Backpacker #Italychronicles – Part 8 [The End]”

Sahabat Terbaik di Italia #Italychronicles – Part 7

Alhamdulillah, perjalanan singkatku ke Italia telah mengantarku bertemu dengan sahabat-sahabat baru dari negara-negara berbeda di dunia. Allah telah mempertemukanku dengan orang-orang yang selama ini tak pernah ku bayangkan. Cerita dan inspirasi yang mereka berikan telah mengubah cara pandangku terhadap dunia.

Selama di Genova, aku dipertemukan oleh Allah dengan sahabat-sahabat baru yang luar biasa. Mereka adalah sahabat-sahabat terbaikku selama di Italia, yakni lima orang mahasiswa yang juga mengikuti program yang sama denganku. Mereka yang membuat hari-hariku penuh keceriaan. Continue reading “Sahabat Terbaik di Italia #Italychronicles – Part 7”

Menjadi Dokter Muda di Italy #Italychronicles – Part 6

Napasku terengah-engah menelusuri jalan mendaki yang harus ditempuh berjalan kaki. Langkah kedua teman baruku ini begitu cepat dalam ekspresi santainya seolah sudah biasa. Bagi aku yang baru saja tiba di Italia tentu harus segera beradaptasi dengan kebiasaan orang-orang Italia yang berjalan sangat cepat bak diburu hantu saja. Aku tersadar begitu besar penghargaan mereka terhadap waktu yang ada, hingga aku merasa selama ini selalu berjalan seperti marapulai.

Seperti pagi ini, hari pertamaku belajar di luar negeri, di sebuah rumah sakit khusus anak bernama Instituto Giannina Gaslini. Ilaria dan Rebecka, teman baruku itu, adalah dua orang perempuan Italia seumuranku yang menjadi guide-ku selama di Kota Genova, Italia ini. Mereka mengantarku bertemu dengan kepala rumah sakit sambil memperkenalkanku sebagai mahasiswa kedokteran baru dari Indonesia, yang tengah menjalani pertukaran pelajar selama satu bulan di rumah sakit di Kota Genova Italia ini.

Unit Kegiatan Mahasiswa bernama CIMSA (Center for Indonesian Medical Student’s Association) di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas tempatku menuntut ilmu kedokteran itulah yang telah memfasilitasiku hingga bisa berangkat mengikuti studi di Italia ini. CIMSA berafiliasi dengan organisasi pelajar kedokteran sedunia, yaitu IFMSA (International Federation of Medical Student’s Association) yang rutin mengadakan kegiatan pertukaran pelajar kedokteran dari seluruh dunia setiap tahunnya. Menginjakkan kaki di Eropa kala itu, bagaikan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Continue reading “Menjadi Dokter Muda di Italy #Italychronicles – Part 6”

Exploring Ancient Cities of Italy #Italychronicles – Part 5

Italia kaya akan sejarah. Kota-kota yang menghiasi wilayahnya mungkin sudah berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Tentu saja, kota-kota ini kaya akan peradaban dan peninggalan-peninggalan masa lalu. Bahkan, peninggalan-peninggalan sejarah itupun masih sangat dan amat terawat sampai sekarang. Bangunan-bangunan khas Italia sungguh mengesankan. Kuno, dan antik. Entah bagaimana mereka merawat dan melestarikannya. Memang benar, masyarakat Eropa sangat bangga akan kebudayaannya, termasuk Italia. Salah satu negeri yang terkenal dengan pusat kebudayaan kerajaan Romawi di Roma, tempat berbagai agama tumbuh dengan masing-masing bab-nya, terutama Kristen Khatolik Roma. Tidak mengherankan, gereja-gereja di setiap negara ini seperti hal-nya mesjid di Indonesia, amat banyak, hampir memenuhi setiap sudut-sudut kota. Continue reading “Exploring Ancient Cities of Italy #Italychronicles – Part 5”

Islam in Genova #Italychronicles – Part 4

Alhamdulillah, maka syukur tak kan pernah lekang tersebut di setiap sisi jagat raya seraya mengagungkan kebesaran dan kekuasaan-Nya. Alam semesta tak henti-hentinya bertasbih kepada-Nya, “Apa yang ada di langit dan bumi membaca tasbih. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Al-Hasyr: 24). Maka inilah sedikit kisah tentang tasbih alam semesta yang ku lihat sepanjang perjalanan menuju ancient Italy, alam Italia. Continue reading “Islam in Genova #Italychronicles – Part 4”

Berguru ke Eropa #Italychronicles – Part 3

Ingin kembali sedikit bercerita tentang perjalanan saya ke Eropa. Alhamdulillah, sebuah kesempatan untuk mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa ke Italia akhirnya terlaksana. Lebih tepatnya saya mendapatkan tempat di sebuah kota bernama Genova. Kota ini terletak di sebelah barat laut Italia, sebuah kota pelabuhan yang penting di Italia. Kota ini dikelilingi oleh pegunungan Alpen, dan menghadap lepas ke Laut Mediterania dengan ombaknya yang mungil. Sebuah kota dengan keindahan yang menawan, dengan jejeran ratusan rumah bertingkat yang berdiri tegak di sepanjang perbukitan, pantai yang amat bersih dan suasana kota yang romantis. Masya Allah.

Saat ini suhu di kota ini sekitar 12 derajat celcius, sebuah suhu peralihan antara musim dingin dengan musim semi. Dengan suhu seperti itu, kita tak merasa penat meski berjalan jauh sekian kilometer, tidak seperti di Indonesia dengan suhu diatas 30 derajat Celsius dimana berjalan sekian meter saja sudah basah dengan keringat, apalagi di kota Padang. Namun, bagi orang-orang tertentu seperti saya, suhu seperti ini ternyata tidaklah selamanya menyenangkan, pasalnya suhu seperti itu membuat alergi saya kumat, no offense. Harus berjuang menahan urtikaria dan sariawan yang parah. Ckck. Walhasil saya harus membeli obat oles sariawan, obat anti histamin, multivitamin dan buah-buahan kaya vitamin C. Jika tidak, hah, entah apa yang akan terjadi. Ckck Continue reading “Berguru ke Eropa #Italychronicles – Part 3”

Towards Genova Town #Italychronicles – Part 2

Rabu, 3 Maret 2015. Sebuah tapak perjalanan kembali terukir di daratan Eropa, ketika ku mulai melangkah ke atas pesawat yang akan membawaku terbang menuju Milan, Italy. Cuaca di luar landasan pacu begitu dingin, angin sepoi-sepoi pun bahkan bagaikan butiran es yang menusuk ke setiap kulit ari. Maka setelah ku duduk di bangku pesawat Lufthansa Airline, penerbangan itupun dimulai.

Dari atas pesawat sesekali ku menengok ke luar jendela. Gugusan pegunungan bersalju pun tampak menghiasi pemandangan, diselingi dengan beberapa danau kecil yang terlihat membiru. Ku pikir amatlah dingin di luar sana. Aku tak bisa membayangkan berapakah suhunya. Continue reading “Towards Genova Town #Italychronicles – Part 2”

Setapak Langkah Menuju Eropa #Italychronicles – Part 1

Senin, 2 Maret 2015. Pagi itu begitu bercahaya, menatap setiap mata yang berbinar-binar di pelupuk mata. Aku tak tahu apakah kedua orang tuaku akan bersedih melepasku pergi ke benua yang berbeda. Tapi aku tak melihat itu melainkan wajah-wajah penuh harap. Bahkan nenekku jauh-jauh membelikanku dua bungkus keripik sanjai dari Bukittinggi hanya untuk menyampaikan kecupan hangatnya di keningku. Di sanalah aku terharu, melihat begitu harapnya mereka padaku. Akankah ku mampu? Selalu itu yang terlintas di benakku. Dan inilah momen ketika hendak berpisah dengan orang-orang yang amat ku cintai, demi mencari setetes ilmu dan pengalaman di dunia berbeda, mengikuti medical student exchange ke Italy, selama satu bulan, insya Allah. Continue reading “Setapak Langkah Menuju Eropa #Italychronicles – Part 1”