Kangen Nulis

Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis lagi di blog, padahal begitu banyak yang ingin diceritakan. Hehe. Mulai dari perjalanan backpacker akhir Januari¬†lalu yang sudah terlewat enam bulan belum juga selesai ditulis, ditambah lagi hutang review buku bacaan yang belum terbahas. Ya, kadang memiliki target menulis malah berdampak sebaliknya, abulia, alias gak jadi-jadi. Hehe. Ah, maafkan ya blog. ūüėÖ

Kali ini saya ingin sedikit men-skip rutinitas tulisan yang mulai mono sejak setahun ini, ingin pula rasanya menulis random tanpa beban apapun. Namun pada akhirnya, saya menyadari kalau menulis itu rupanya tidak mudah. Saya jadi bertanya-tanya kepada diri sendiri, apakah tulisan saya selama ini bisa bermanfaat? Continue reading “Kangen Nulis”

Pertanyaan Sulit Saat Musim Nikah: Kapan Nyusul?

Dua ribu tujuh belas mungkin akan menjadi¬†tahun yang penuh dengan romantika, terutama bagi manusia seumuran saya, ketika fenomena pernikahan mulai memenuhi jagad. Bagi teman-teman seangkatan saya sendiri, mungkin fenomena pernikahan itu sudah menjadi semacam bola¬†panas yang menunggu giliran pemainnya untuk berlaga, terutama ketika usia subur dan mapan telah berhembus. Jika dilihat dari angka, 2017 mengandung makna bahwa sebagian besar dari kami¬†(saya dan teman-teman¬†seangkatan saya -baik ketika sekolah di SD, MTs, SMA dan kampus-) pun kini tengah memasuki usia tersebut, sekitar 24 sampai 26 tahun,¬†karena rata-rata tahun lahir angkatan saya berkisar antara 1991 sampai 1992. Saya sendiri, jangan ditanya? Masih imut-imut tentunya.¬†Maksa. ūüėõ Continue reading “Pertanyaan Sulit Saat Musim Nikah: Kapan Nyusul?”

Balada Kegalauan Fresh Graduate tentang Masa Depan

Masa depan, ah, sesuatu yang masih misterius. Plus dengan sekelumit kemungkinan. Banyak orang bawa perasaan alias baper jika berbicara mengenai masa depan. Tentang karir, pendidikan, keluarga, sampai jodoh sekalipun. Apalagi bagi yang baru saja selesai menamatkan pendidikan, belum berkeluarga dan berada di persimpangan.

Berawal dari obrolan hangat dengan seorang sahabat beberapa waktu lalu, topik tentang masa depan masih menjadi pemikiran. Kira-kira, bagaimana ya setelah ini? Pertanyaan itu selalu saja membuat galau. Setidaknya, akan ada beberapa pilihan yang akan menjadi opsi, apa saja ya kira-kira? Continue reading “Balada Kegalauan Fresh Graduate tentang Masa Depan”

Nyeri Ulu Hati di Usia Tua, Waspada Jantung Koroner

Nyeri ulu hati, atau dalam keseharian dikenal dengan penyakit maag bagi orang awam, mungkin banyak dialami oleh masyarakat. Keluhan nyeri ulu hati biasanya disertai dengan perut kembung, mual, bahkan bisa muntah. Pada penyakit maag, atau dalam istilah medis dikenal dengan dispepsia, atau gastritis akut , keluhan-keluhan semacam ini sering timbul jika penderita makan secara tidak teratur atau mengkonsumsi makanan yang bersifat merangsang pembentukan gas asam lambung. Akibatnya terjadi produksi gas lambung yang berlebihan dan dapat diperparah jika ada iritasi di selaput lendir permukaan lambung sehingga terasa nyeri. Apalagi kalau penderita sering mengkonsumsi obat-obat anti nyeri secara sembarangan, perlukaan akan lebih berisiko bahkan bisa menjadi tukak.

Namun, nyeri ulu hati tidak selamanya murni disebabkan oleh gangguan lambung. Kadang-kadang nyeri ulu hati bisa disebabkan karena serangan jantung koroner (sindrom koroner akut/ SKA), terutama pada pasien usia lanjut (60 tahun ke atas).

Continue reading “Nyeri Ulu Hati di Usia Tua, Waspada Jantung Koroner”

Rabun -yang Semakin- Jauh

Berawal dari sebuah keinginan untuk mengganti kacamata saya dengan yang baru, mengingat kacamata saya yang lama sudah tidak layak pakai, beberapa hari yang lalu saya meminta ibu untuk menemani saya pergi ke toko optik. Bukan karena tidak mau pergi sendirian, tapi saya senang saja kalau ibu yang menemani. Lagipula, toko optik yang saya kunjungi itu kepunyaan murid beliau juga yang dulu pernah belajar di sekolah tempat ibu mengajar. *padahal niatnya biar bisa dapat diskon, haha. ūüėā Continue reading “Rabun -yang Semakin- Jauh”

Understanding People

People have their own character. Everybody has the difference. And it’s quite important to know each other, because they will be a guidance to make a daily living. Such as me, a new comer doctor in a hospital of my hometown.

Oh, I forgot to introduce my self. My name is Andrew, 24th, the first son of my parents. I have one sibling, little brother. He is a student in University of my province’s capital. I was graduated from the same university of my brother just about last year. They gave me a honour to be titled with M.D. (Medical Doctor), as people known. And actually, I’m not a British  nor American man who can speak English fluently with no doubt and feeling to be mistaken. I’m just a man who lived in outside border of another unpopular country.

Continue reading “Understanding People”

Lelaki dengan Dua Kutub Kepribadian

Seseorang dengan dua kepribadian, ya, mungkin ia adalah sosok lelaki demikian. Kepribadian yang sulit untuk dimengerti, bahkan mungkin oleh dirinya sendiri. Dalam tahap mana ia mengenal dirinya, ia pun tak mengerti. Atau sesungguhnya, ia masih dalam tahap memahami.

Lelaki ini, -menurut penuturan teman-temannya sendiri-, berada di dua kutub. Dirinya sendiri menyebutnya¬†bipolar, entah definisi itu benar ataukah tidak. Ada kalanya ia berada di kutub positif, di kala perasaan hati selalu senang, bibir yang sering tersenyum dan tertawa, dan setiap hari mengisi harinya dengan bahagia. Namun, ada pula kalanya ia berada di kutub negatif, yaitu ketika perasaan semacam depresi, senang menyendiri, sensitif dan mudah tersinggung, hingga berimbas kepada afek wajahnya yang tampak murung dan letih. Continue reading “Lelaki dengan Dua Kutub Kepribadian”

Passion

Life must goes on, and whatever it will be, you are exactly the main character of that life. Everyone may agree that protagonist should do some intersting things to make a great story, although there is SomeOne Who always become a story Maker.

I am just wondering when I¬†was watching a video in internet about being a person, I mean, in Islam. How to be a human being? We were choosen by our selves to take a very big purpose to be a chaliphate of God. You know, being a human exactly a very difficult choice whether the mountain even can’t handle it. Continue reading “Passion”

The Way I Love Reading

For the past of my life, I’ve been thinking about a hobby that just came into my third decade of ages. Someone has shown me about something that I’ve never imagine as a hobby, maybe only in this short time of life. He looks fine with it, and enjoyed it. I could¬†see it with my eyes that he loves it. And I thought that I should be grateful for Allah who has shown me someone like him. Continue reading “The Way I Love Reading”

Invasi Kabut Asap

Beberapa minggu terakhir kualitas udara di Payakumbuh bener-bener menghawatirkan. Mungkin tidak separah kota tetangga, misalnya Pekanbaru yang kualitas udaranya sudah mencapai level berbahaya. Usut punya usut tentu saja gak pernah bisa jauh dengan hasil pembakaran hutan. Entah emang dibakar atau emang kebakar sendiri sebab musim kemarau. ūüė• Bencana tahunan. Continue reading “Invasi Kabut Asap”

Benarkah Orang Indonesia Suka Nyampah?

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca sebuah buku tentang masyarakat Jepang. Di dalam salah satu babnya, buku ini membahas tentang betapa resiknya orang Jepang, mereka begitu menjaga kebersihan. Di sebuah segmen di buku itu diceritakan bagaimana pedulinya orang Jepang dengan masalah sederhana, yaitu sampah. Hal itu terlihat dari kota-kota besar dan tempat apapun di negara itu, semuanya bersih dan sulit untuk mencari onggokan sampah.¬†Kebersihan mereka terlihat mulai dari rumah,¬†tidak hanya itu, daerah sekitar rumah juga selalu¬†dibersihkan, bahkan daerah tetangga juga dibersihkan. Kebiasaan bersihnya orang Jepang tentu saja sudah dimulai sejak kecil. Anak-anak sekolah di Jepang selalu melakukan kerja bakti di kelasnya setiap hari, menyapu lantai,¬†mengepel lantai¬†bahkan hingga¬†membersihkan toilet. Masuk ke kelas saja mereka melepas sepatu lalu menggantinya dengan sepatu khusus yang disiapkan di kelas. Bagi orang di luar Jepang, kebiasaan itu mungkin aneh, sebab mungkin saja mereka berpikir, mengapa anak harus menghabiskan waktu mereka di sekolah untuk bersih-bersih? Padahal orang tua mereka membayar mereka ke sekolah untuk belajar. Tapi, tidak dengan Jepang, mereka menanamkan budaya kebersihan itu sejak dini pada anak-anak mereka. Continue reading “Benarkah Orang Indonesia Suka Nyampah?”

Hai Merdeka!

Tujuh belas Agustus. Hari ini. Titip salam untuk dedaunan yang masih hijau menyeruak nyaman, untuk langit biru yang masih tertutup kabut dan awan, tanah subur yang menumbuhkan bebungaan. Ah, alhamdulillah.. Betapa indahnya hari ini, tujuh puluh tahun setelah merdeka. Ya, meskipun kata “merdeka” itu sampai sekarang masih ambigu di benak saya.

Ada apa dengan Merdeka? “yang jelas bukan dengan cinta”. Merdeka! Merdeka! Kata itu begitu sakral di telinga negeri ini. Continue reading “Hai Merdeka!”