Penghujung Episode

Alhamdulillah wa syukurillah. Itulah sebuah kalimat yang ingin ku ucapkan. Sudah cukup lama juga tidak menulis tentang sedikit episode kehidupan sebagai seorang pelajar yang baru saja diberi gelar dokter muda. Ya, mungkin rasanya ‘baru saja’, walaupun terkesan sedikit mengada-ngada. Padahal entah berapa lama rasanya menyicipi hidangan sebagai seorang ‘dokter muda’. Hehe. Ya Allah, sudah lewat hampir 2 tahun.

Adalah aku, seorang anak kampung yang besar di kota dan punya segudang mimpi yang berada dalam benak pikirannya, sembari meniti setiap benang-benang kusut yang harus dilalui, dengan segala kekurangannya akhirnya mampu jua berlari hingga sejauh ini. Maka nikmat Tuhan mana yang patut didustakan? Continue reading “Penghujung Episode”

Hitam Putih Radiologi

Alhamdulillah, tak terasa aku sudah berada di penghujung siklus perkoasan, dan radiologi menjadi siklus terakhir yang telah kujalani di fase klinik rotasi 1.. Hitam putih radiologi, ya. Meskipun siklus yang satu ini jauh lebih “santai” daripada siklus-siklus yang lain, namun sejatinya radiologi bukanlah hal yang mudah. Belajar melihat dan membaca foto-foto radiologi seolah-olah berusaha melihat apa yang tersirat dari yang tersurat.. hho. Continue reading “Hitam Putih Radiologi”

Ko-As Update #Part 3 [Stase THT-KL]

Inilah stase puncak abulia. Haha. Astaghfirullah, tapi itu memang apa adanya. THT. Namun seiring berjalannya waktu, sentakannya cukup membuka mata. Di THT ini, kami ditinggal pergi oleh teman-teman 2010 yang tengah mengikuti kegiatan KKN, walhasil jumlah kami sangat sedikit dibanding biasanya, yakni hanya dua belas orang. Di THT, dengan jumlah segitu, kegiatan ilmiah seolah-olah menjadi sangat padat, karena kami dibagi lagi menjadi 2 kelompok dengan enam orang masing-masingnya. Meski demikian, abulia yang ku alami ketika itu memang memuncak pada minggu pertama, dan Ramadhan perlahan-lahan memperbaikinya. Ya, ketika itu bulan Ramadhan datang pada minggu ke dua stase, sedikit-demi sedikit, motivasi itu alhamdulillah kembali muncul. Continue reading “Ko-As Update #Part 3 [Stase THT-KL]”

Ko-As Update #Part 2 [Stase Kulit & Kelamin]

Stase Kulit dan Kelamin, yap. Itulah stase yang kujalani setelah stase Anak. Dan untuk yang satu ini, istilah beauty lebih cocok. Hehe. Ya, jujur mulai dari stase ini, aku mulai memperhatikan yang namanya ‘penampilan’. Hahaha. Maksudku, karena kami disini belajar tentang kesehatan kulit dan kelamin, tentu saja kami menjadi lebih sering memperhatikan yang namanya “estetika”, “kecantikan”, dan sebagainya. Yap, kata-kata yang amat keramat di stase ini.

Bersama delapan orang teman di stase kulit, kami dibimbing oleh dua orang dokter spesialis kulit yang dua-duanya sangat cantik, baik dan ramah. Alhamdulillah, aku sangat bersyukur bisa berada di kelompok ini. Berdua dengan bang Aziz dari Malaysia, kamilah dua orang laki-laki beruntung yang berada di antara tujuh perempuan yang sangat baik, ada Dina, Vela, Kak Ica, Kak Nurul, Kiki, Vanny, dan Imey. Tentu saja tak lupa dengan dua orang dokter pembimbing kami yang super super super baaiiiikk buangett, kak Poppy dan kak Tuti. Merekalah yang senantiasa mengajari kami banyak hal, membantu kami dalam setiap kesulitan, tempat mengadu dan sharing ilmu dan pengalaman. Dan sekali lagi, aku sangat bersyukur bisa bersama dengan mereka distase ini. Continue reading “Ko-As Update #Part 2 [Stase Kulit & Kelamin]”

Ko-As Update #Part 1 [Stase Anak]

Sekian lama berkecimpung di dunia perkoassan, baru nyadar udah lama banget gak posting lagi tentang kisah dan perjalanan selama di dunia koas. Edisi terakhir di stase Jiwa udah lewat sekitar lima bulan, dan sudah banyak hal yang terjadi setelahnya. Setelah jiwa, alhamdulillah sudah 4 stase lagi yang kulalui termasuk sekarang, yakni stase Anak, Kulit, THT dan Forensik. Alhamdulillah, meskipun terasa lama, akhirnya perlahan-lahan selesai juga satu per satu, hingga saat ini alhamdulillah dua belas siklus sudah dijalani termasuk sekarang, stase forensik sebagai stase kedua belas dari tiga belas stase di koas rotasi pertama. Semoga Allah melancarkannya hingga akhir amin..

Ingin menulis sedikit pembelajaran yang kudapati selama keempat stase terakhir yang ku jalani. Hm, mungkin dibahas aja satu persatu ya. Hhehe..

Pertama, stase Anak. Continue reading “Ko-As Update #Part 1 [Stase Anak]”

Edisi Jiwa, Edisi Pendewasaan

Ingin kembali menuliskan cerita disini, cerita yang telah dilalui setelah sebulan penuh mengisi aktivitas di siklus psikiatri alias Jiwa. Yap, siklus yang mistis banget. hehe.. Mistis dari segala hal, dan ia bak oase ditengah gurun pasir siklus-siklus pembunuh massal, haha, interne-neuro-anak. Alhamdulillah jiwa berada diantara mereka, siklus yang mistis. ckck

Jiwa merupakan edisi yang spesial banget mungkin, terutama untuk mempelajari diri sendiri, mempelajari orang lain, memahami satu sama lain. Meski disuguhi dengan puluhan diagnosis jiwa, lengkap dengan kode-kode di setiap diagnosisnya, sebutlah gangguan mental organik, gangguan afektif, gangguan skizofrenia, dan lain sebagainya, tetap saja ada hal penting di luar itu yang ku temukan disana. Dan itu mistis. hehe

Dan inilah hal-hal penting yang ku pelajari dari siklus jiwa.. Continue reading “Edisi Jiwa, Edisi Pendewasaan”

Waspada Musuh Nyata Koas, Abulia!

Lack of initiative and motivation, that’s its. Abulia. Semua berawal dari kejenuhan. Jenuh mengisi hari-hari dengan kesibukan dan stress fisik dan psikis. Aku pikir masa-masa seperti itu mungkin bakal dialami oleh setiap koas. Setiap hari bekerja tunggang langgang di rumah sakit, pulang dari rumah sakit tunggag langgang lagi di rumah, dan begitulah siklusnya setiap hari. Sibuk, dikejar banyak deadline, jubelan teori yang mesti dipelajari, sekarung skill yang mesti dikuasai, bersabar mendengar seribu teguran, tegar mendengar sejuta keluhan. Ya Allah, tak semudah yang dibayangkan. Tak dapat diungkapkan. Continue reading “Waspada Musuh Nyata Koas, Abulia!”

Sejuta Wajah, Sejuta Ragam

Ada banyak hal yang ku pelajari selama menjadi seorang dokter muda, bertemu dengan banyak wajah, berbicara dan berinteraksi dengan ratusan manusia. Mulai dari anak kecil hingga orang tua, baik pasien, rekan sejawat, perawat, senior hingga konsulen. Mereka semua tentu memiliki sifat yang berbeda-beda, dan tak dapat diperlakukan dengan cara yang sama, dan tak bisa dihadapi dengan jalan yang sama pula. Continue reading “Sejuta Wajah, Sejuta Ragam”

14 x 24 Jam sebagai Dokter Muda Obgyn, sebuah Kisah di Batusangkar

Empat September 2013, kami berangkat menuju sebuah negeri yang pernah dipenuhi sejarah-sejarah pusaka. Negeri para raja Minangkabau meletakkan tahtanya, di bawah jejeran gonjong istana Pagaruyung. Ya, itulah sebuah kota bernama Batusangkar, tempat kami hidup dua minggu berkelana mencari ilmu, pengalaman dan.. so pasti, rehat sejenak, eh bukan, jalan-jalan maksudnya. Hehe. *Niatnya gitu, wkwk.

Siklus kali ini, siklus obstetri dan ginekologi, yang lebih pamor di telinga dokter muda dengan sebutan obgyn, atau yang lebih lazim didengar masyarakat awam dengan sebutan “kebidanan”, membawa kami bertiga -saya, febi dan dika-, lelaki-lelaki beruntung, ke kota Batusangkar. Kami mendapatkan tugas dinas jaga disana, 14 x 24 jam non stop, sebagai dokter muda sekaligus dokter jaga di bagian kebidanan RSUD Batusangkar. Waw. Amazing deshou? 😀 -__-”

Ingin sedikit bercerita, bagaimana kami selama disana, bagaimana pelajaran yang kami dapatkan selama disana. Ehhm… hhe Continue reading “14 x 24 Jam sebagai Dokter Muda Obgyn, sebuah Kisah di Batusangkar”

Kaca-Kaca di Pelupuk Mata, Dibalik Jihad Sang Ibunda

Wajah itu penuh dengan rintihan, keringatnya bercucuran. Air matanya tumpah membasahi helaian kain di atas dipan. Saat itu seorang calon ibu tengah berjuang, berjihad, melahirkan seorang penghuni bumi yang baru akan datang. Ia melarat, menahan sakit alang kepalang-yang tak dapat dideskripisikan dan tak kan pernah dialami oleh seorang lelaki, rasa sakit yang teramat sangat saat melahirkan sang cabang bayi semata wayang. Namun ketika sang bayi telah lahir, wajahnya yang kesakitan berubah menjadi sebuah cahaya kebahagiaan. Itulah ia, sang ibunda.

“Siapa yang kalian anggap sebagai syahid?” Mereka menjawab, “Yang berperang hingga terbunuh di jalan Allah Swt.” Mendengar jawaban tersebut beliau bersabda, “Kalau begitu orang yang syahid di antara umatku sedikit. Namun, orang yang terbunuh di jalan Allah syahid, orang yang mati karena penyakit di perut syahid, orang yang kena wabah penyakit syahid, wanita yang meninggal dunia sementara dalam perutnya terdapat janin juga syahid (entah sebelum atau sesudah melahirkan).” (HR Imam Ahmad, Ibn Majah, dan Ibn Hibban). Continue reading “Kaca-Kaca di Pelupuk Mata, Dibalik Jihad Sang Ibunda”

Sedikit Kisah di Koas Mata

Kali ini aku ingin sedikit menulis tentang siklus kecil di bagian mata. Alhamdulillah, aku baru saja melewatinya. Aku pikir, siklus ini cukup berat untukku, jika sebelumnya siklus bedah mungkin dapat dibilang strong, untuk yang satu ini, kata patient mungkin adalah sebuah kata yang cocok ku sandingkan dengan siklus mata.

Siklus mata merupakan siklus kecil pertama yang ku lewati selama koas. Siklus ini membutuhkan waktu selama 4 minggu untuk ku selesaikan hingga akhir. Dan well, aku dipilih menjadi ketua kelompok kecil di siklus ini, padahal aku benar-benar tidak menginginkannya, namun teman-temanku bilang, mereka percaya denganku, ya, tentu saja amanah tak mungkin dapat ku elakkan.

Ya, hari-hariku cukup menyedihkan disini. ckck Continue reading “Sedikit Kisah di Koas Mata”