Transfusi Darah

Transfusi darah adalah pemasukan darah lengkap atau komponen-komponen darah secara langsung ke dalam aliran darah. Definisi lain menyebutkan, transfusi darah adalah pemindahan darah lengkap atau komponen-komponennya dari seseorang (donor) kepada orang lain (resipien). Akan tetapi, transfusi darah tidak boleh serta merta dilakukan secara sembaragan, harus ada indikasi yang jelas dan pemeriksaan tersendiri sebelum dilakukannya transfusi … Continue reading Transfusi Darah

Dasar Penggolongan Darah

Eritrosit atau sel darah merah memiliki permukaan yang disetting secara beragam. Pada dasarnya permukaan tersebut terdiri dari struktur protein dan karbohidrat dengan beraneka macam jenis antigen permukaan. Antigen permukaan ini disebut aglutinogen. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 700 buah. Antigen permukaan ini apabila berikatan dengan antibodi yang cocok dengannya, akan mengakibatkan terjadinya aglutinasi dan hemolisis … Continue reading Dasar Penggolongan Darah

Limfoma Non Hodgkin (LNH)

Limfoma Non-Hodgkin (LNH) merupakan suatu keganasan pada sel limfosit T maupun sel limfosit B yang sudah matur di dalam kelenjar getah bening atau sistem getah bening secara keseluruhan. Bisa juga keganasan tersebut dialami oleh sel NK (Natural Killer). Akibatnya adalah terjadi proliferasi berlebihan dari sel limfosit tersebut sehingga membuat kelenjar limfe membesar atau limfadenopati. Etiologi … Continue reading Limfoma Non Hodgkin (LNH)

Leukemia Limfoblastik Akut (LLA)

Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) adalah suatu keganasan pada sel-sel prekursor limfoid, yakni sel darah yang nantinya akan berdiferensiasi menjadi limfosit T dan limfosit B. LLA ini banyak terjadi pada anak-anak yakni 75%, sedangkan sisanya terjadi pada orang dewasa. Lebih dari 80% dari kasus LLA adalah terjadinya keganasan pada sel T, dan sisanya adalah keganasan pada … Continue reading Leukemia Limfoblastik Akut (LLA)

Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik adalah kurangnya kadar hemoglobin akibat kerusakan pada eritrosit yang lebih cepat daripada kemampuan sumsum tulang untuk menggantinya kembali. Etiologi Berdasarkan etiologinya, anemia hemolitik ini terbagi menjadi dua klasifikasi: intrakorpuskular: hemolitik akibat faktor-faktor yang ada pada eritrosit itu sendiri, misalnya karena faktor herediter, gangguan metabolismenya, gangguan pembentukan hemoglobinnya, dll. ekstrakorpuskular: hemolitik akibat faktor-faktor dari … Continue reading Anemia Hemolitik

Anemia Hemolitik Auto Imun

Anemia hemolitik autoimun adalah suatu kelainan dimana terdapat antibodi tertentu pada tubuh kita yang menganggap eritrosit sebagai antigen non-selfnya, sehingga menyebabkan eritrosit mengalami lisis. Etiologi Idiopatik, sampai sekarang masih belum jelas. Patofisiologi Ada 2 mekanisme yang menyebabkan anemia hemolitik autoimun. Yaitu aktivasi komplemen dan aktivasi mekanisme seluler, atau kombinasi keduanya. aktivasi komplemen. Ada dua cara … Continue reading Anemia Hemolitik Auto Imun

Anemia

Anemia adalah penurunan jumlah massa eritrosit (sel darah merah), mulai dari hemoglobin, hematokrit dan jumlah eritrosit itu sendiri, sehingga mengganggu transpor oksigen ke jaringan perifer. Kadar hemoglobin dan eritrosit itu sendiri bervariasi pada setiap orang tergantung jenis kelamin, usia dan tempat tinggal (ketinggian dari permukaan laut). Pada dataran tinggi, kadar oksigen lingkungan lebih rendah, sehingga … Continue reading Anemia