Exploring Bali Island: Pertama Kali Mendarat dan Ngebolang di Kuta dengan Motor Matic

Pesawat yang saya tumpangi mengudara meninggalkan Pulau Jawa di malam Minggu, lalu mendarat dengan mulus di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Ya, Bali! Sebenarnya saya berharap lebih baik ketika tiba di pulau ini untuk pertama kali, setidaknya ada teman, tidak sendirian, akan tetapi bertualang seorang diri juga bukanlah hal yang buruk. I was free.
Continue reading “Exploring Bali Island: Pertama Kali Mendarat dan Ngebolang di Kuta dengan Motor Matic”

Surabaya North Quay, Eksotisme Tanjung Perak dan Selat Madura

Kali ini saya ingin kembali melanjutkan cerita perjalanan saya ketika mengunjungi Surabaya tempo hari. Waktu itu sekitar pukul 3 sore, usai menyantap soto Surabaya yang lezat di depan Mall Carrefour ITC, saya kemudian memutuskan untuk kembali mengunjungi Pelabuhan Tanjung Perak. Kali ini, saya yakin pelabuhan itu sudah dibuka. Ya, semoga saja.

Continue reading “Surabaya North Quay, Eksotisme Tanjung Perak dan Selat Madura”

Keliling Surabaya: Monumen Suro dan Boyo, Taman Bungkul, Masjid Cheng Ho, dan Soto Surabaya

Perjalanan saya di Surabaya kembali berlanjut di siang itu. Usai mengunjungi Museum Sampoerna, saya kemudian berniat pergi melihat kebun binatang di kota Surabaya yang katanya bagus sekali. Saya lihat di Google Maps, kebun binatang itu lokasinya juga berdekatan dengan ikon legendaris kota Surabaya yakni Patung “Suro” dan “Boyo”. Karena memang rasanya belum afdol datang ke Surabaya tanpa mengunjungi monumen buaya dan hiu yang berlaga itu, saya akhirnya memantapkan diri untuk pergi ke sana. Continue reading “Keliling Surabaya: Monumen Suro dan Boyo, Taman Bungkul, Masjid Cheng Ho, dan Soto Surabaya”

“Nyeleneh” di Tanjung Perak sampai Museum Sampoerna

Wah, sudah cukup lama saya tidak melanjutkan cerita di Surabaya tempo hari. Kali ini saya ingin sedikit mencatat pengalaman perjalanan berikutnya setelah mengunjungi Tugu Menara Pahlawan.

Perjalanan berlanjut ketika pagi menjelang siang itu panasnya kota Surabaya mulai membakar kulit. Hari benar-benar cerah, begitu juga dengan semangat saya. Ada beberapa spot yang ingin saya lihat di Surabaya, dan pilihan berikutnya jatuh ke pelabuhan paling termasyur di kota ini, yaitu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Saya hanya penasaran melihat kapal-kapal besar yang konon katanya datang dari tempat-tempat terjauh di negeri ini. Saya kemudian memutuskan untuk pergi ke tempat itu.

Continue reading ““Nyeleneh” di Tanjung Perak sampai Museum Sampoerna”

Kehujanan di Benteng Vredeburg dan Masjid Gedhe Kauman

Yup, masih di Jogja. Perjalanan saya berlanjut setelah usai mengunjungi Candi Prambanan. Waktu itu hari sudah siang, kaki saya juga lumayan letih jika harus dibawa berjalan kembali menuju Terminal Prambanan yang jaraknya 2 kilometer dari kompleks candi. Akhirnya, setelah keluar dari sana, saya mencoba menaiki becak dorong yang terparkir di persis dekat gerbang masuk. Awalnya saya ditawari harga Rp 25.000 sekali jalan, saya mencoba menawar … Continue reading Kehujanan di Benteng Vredeburg dan Masjid Gedhe Kauman