Gempa itu Benar Adanya

Sore itu,  banyak sekali cerita yang menghiasinya. Hari Rabu, 30 September 2009. Akhir bulan tentunya… Canda tawa dan suka cita langsung berubah menjadi tangis lara dan duka cita..

007-gempa-sumbarCerita ini mengisahkan pengalamanku.. disaat gempa dahsyat mulai mengguncang bumi Andalas saat itu. Adalah seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, yang baru saja menginjakkan kaki di kampus idaman, dan baru saja mulai merasakan manisnya suasana perkuliahan, harus kembali didera pengalaman pahit tak terlupakan.

Lagi, sore itu, awan terlihat mendung.. Di bawah lindungan pohon rindang yang berjejer di halaman kampus, kami pun asyik bercengkrama mendiskusikan bahan skenario kelompok. Sambil bercanda dan tertawa kala itu, aku dan tiga orang temanku menyempatkan waktu untuk berfoto ria di bawah hembusan angin sepoi-sepoi dan dedaunan yang berguguran..   Sedangkan empat yang lainnya sedang serius mendengarkan arahan sang dosen di tempat yang tak jauh dari sana.. diskusi pun berlanjut dengan canda tawa namun ada juga sih seriusnya dikit-dikit..:D

Canda tawa kala itu begitu hangat.. Begitu damai dan terasa tentram sekali. Hehe, jadi sempat ingat ketika salah seorang temanku waktu itu, berlagak sebagai seorang dosen yang kerjaannya suruh ini dan itu, plus dibarengi seorang asisten yang berlagak sok membenarkan.. hiks:D. Kala itu juga teringat, sang asisten marah-marah dan mengguguhi sebuah palang nama bangunan yang beridiri di dekat tempat itu, senantiasa berujar, “Gempa woy..! Gempa..! haha…!” Sambil berekspresi layaknya orang stres yang lagi kesusahan.. haha:D [padahal akhirnya memang gempa beneran.. hiks :d]

Singkat cerita.., diskusipun selesai dengan mulus. Tentunya selalu diakhiri dengan pembagian tugas pribadi.. Kenapa tidak, skenario yang kami bahas mengenai sebuah cerita seorang manusia yang mengalami penyakit yang masya Allah banyaknya, dan harus diidentifikasi dengan metoda Evidence Based Medicine. [istilah kedokteran dikit g pp khan.. hehe:D]. Dan parahnya lagi ne tugas harus dikumpulin esok pagi.. Huhh.. Udah kebayang mau begadang ntar malem..wkwk

Akhirnya kami benar2 berpisah.. ada yang pulang jalan kaki, ada yang pake motor, pake angkot, dan ada juga yang pake mobil pribadi.. [yg jelas aku mah jalan kaki..hee:D]. Kala itu ada perasaan aneh yang mengerumuni fikiranku. Seperti firasat buruk.. Namun ku tetap maju melangkah..

Dua menit berjalan.. akupun sampai di gerbang kosanku..[jaraknya g smpe 50 m dari kampus kok..deket…]. Tiba-tiba suara tangisan anak kecil dan ibunya mengejutkan batinku. “GAMPO WOI..! GAMPO! GAMPO! CAPEK LARI…..!!! CAPEK KALUA..!!!” Ternyata firasat itu memang benar..! Gempa!! Ia benar2 terjadi..! Awalnya tidak begitu kencang, namun beberapa detik kemudian.. Gempa itu benar-benar kencang!! Bahkan sangat kencang..! Dahsyatnya Masya Allah.. baru kali ini aku merasakan gempa besar yang begitu dahsyat seperti ini. Ku hanya dapat mengucap asmaNya berkali-kali.. Sementara rumah-rumah, masjid, tiang listrik, semuanya roboh di depan mata kepalaku sendiri. Orang-orang berhamburan keluar rumah, kendaraan berjalan tak beraturan dan suasana penuh kekacauan. Sebentar-sebentar keluar ledakan-ledakan kebakaran dari beberapa rumah. Ditambah lagi suasana saat itu yang mendung, awan hitam pun mulai datang. Asap kebakaran mengupul ke atas. Suara serine ambulance dan mobil polisi kian memekakkan telinga. Dan yang paling aku cemaskan, orang-orang berteriak, TSUNAMI…!!!!!” Rasanya jantung ini tak sanggup lagi menahan denyutannya yang begitu cepat.. Sungguh menakutkan..

Tak lama gempa itu berhenti. Hanya tiga menit, namun dampaknya begitu dahsyat. Tak ada satupun rumah yang tak mengalami kerusakan. Sedikit yang retak, banyak yang roboh. Yang paling mengiris batinku, kampus fk unand kami.. sekarang telah luluh lantah. Hanya masjid yang tidak begitu parah kerusakannya. Batinku kembali terucap, astaghfirullah..

Hatiku kembali teriris ketika melihat para pasien RS M Djamil Padang yang sedang terluka dievakuasi ke lapangan kampus fk unand saat itu. Ada yang menenteng infusnya, yang didorong dengan kursi roda, dan semuanya dipenuhi darah dan luka.

Untungnya tsunami tidak benar-benar terjadi. Sempat ku berfikir untuk berlari menjauhkan diri dari lokasi kampus, namun sepertinya tidak akan bisa karena jalanan begitu padat dan macet. Akhirnya ku memutuskan untuk berlindung di kampus bersama teman-temanku yang lain.. tentunya diliputi kecemasan. Kecemasan itu kian bertambah ketika ku menyadari bahwa jaringan komunikasi terputus total.. Ku mulai khawatir dengan kondisi keluargaku di kampung. Padahal Akupun tak mau membuat mereka khawatir… namun apa boleh buat.. Semua ini adalah ujian dari Allah swt.

Malamnya pun kami lewati dengan penuh perjuangan. Perjuangan disaat berusaha menghubungi keluarga di kampung, perjuangan ketika harus tidur di teras kosan ditemani hujan lebat yang tiada henti, ditambah lagi dengan kegelapan malam akibat listrik yang padam, air yang susah didapat, dan makanan yang sulit dicari. Sungguh begitu dahsyat perjuangan kami saat itu.. Hanya satu yang terbesit di benakku.. Yang selalu terucap di hatiku.. Ku senantiasa berharap, tetap diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian dari-Nya, dan semoga setiap langkah dan tetes keringatku dibalasi-Nya dengan keridhoaan-Nya yang tiada terkira..

Mungkin ambil positifnya aja ya.. tugas skenario yang super sulit itu g jadi dikumpulin besoknya.. [hiks..bcanda]

Do’a kita bersama, semoga kita semua yang terkena bencana, tetap diberi ketabahan dan kesabaran.. Dan semoga setiap nyawa yang telah mendahului kita, diberi ampunan dan tempat yang bahagia disisi-Nya. Moga Padang kembali bangkit seperti sedia kala, dan perkuliahan kembali lancar seperti semula.. Amin..

4 thoughts on “Gempa itu Benar Adanya

  1. an. .mernding ijul bco crto an. .tp itlh kekuasan allah yg tida tndinganx. .an cbolah bco arti surat yg ke 17 ayat 16apa it yg sdang t'jd dkmpung wak an. .smga sma dbri ktbhann allah mggnti dg kaum yg lbih bæk lge

    Like

  2. waalaikum salam kak..salam kenal jgiya ne kak, gmpa kemaren bgitu berkesankesannya tak bisa lepas dari fikiransalut deh sama senior2 yang jadi pahlawanntar an jg mau nolong orang kya gitu, jd harus blajar lebih giat lagi ke depan..😀

    Like

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s