Colosseum, serasa dalam mimpi

Exploring Ancient Cities of Italy #Italychronicles – Part 5

Italia kaya akan sejarah. Kota-kota yang menghiasi wilayahnya mungkin sudah berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Tentu saja, kota-kota ini kaya akan peradaban dan peninggalan-peninggalan masa lalu. Bahkan, peninggalan-peninggalan sejarah itupun masih sangat dan amat terawat sampai sekarang. Bangunan-bangunan khas Italia sungguh mengesankan. Kuno, dan antik. Entah bagaimana mereka merawat dan melestarikannya. Memang benar, masyarakat Eropa sangat bangga akan kebudayaannya, termasuk Italia. Salah satu negeri yang terkenal dengan pusat kebudayaan kerajaan Romawi di Roma, tempat berbagai agama tumbuh dengan masing-masing bab-nya, terutama Kristen Khatolik Roma. Tidak mengherankan, gereja-gereja di setiap negara ini seperti hal-nya mesjid di Indonesia, amat banyak, hampir memenuhi setiap sudut-sudut kota.

Kesempatan belajar ke Italia yang hanya berlangsung sekitar satu bulan tentulah merupakan waktu yang amat singkat untuk bisa menikmati suasana berbeda di benua berbeda. Tentu saja kesempatan emas ini tak kan ku sia-siakan untuk lebih mengenal dan menjelajahi kota-kota penuh peradaban di Italia. Bermodalkan sebuah tablet lengkap dengan sebuah powerbank, aplikasi google maps dan kartu ATM untuk berjaga-jaga, serta dokumen-dokumen pribadi penting lainnya seperti passport -yang ibarat nyawa, ckck-, sebuah tas punggung sandang lengkap berisi beberapa helai pakaian, bekal makanan, alat-alat mck, aku pun berkelana menelusuri kota-kota di Italia sebagai seorang backpacker. Alhamdulillah, profesorku di Ospedale Gaslini memberikanku liburan setiap weekend, bahkan beliau sendiri yang menyuruhku agar pergi jalan-jalan keliling Italia.🙂 Berikut ini beberapa tempat yang alhamdulillah sempat aku kunjungi selama di Italia🙂

1. Genoa (Italian: Genova)

Tentu saja, Genova adalah kota pertama yang ku jelajahi selama di Italia. Kota ini merupakan kota pelabuhan raksasa dan kota terbesar ke enam di Italia, tempat penjelajah Eropa yang terkenal yakni Christopher Colombus dilahirkan dan dibesarkan. Selain menjadi kota tempatku tinggal, belajar dan seperti rumah baru di Eropa, kota ini tentu saja tak kalah menarik untuk dijelajahi. Kota ini menyimpan peninggalan sejarah dan bangunan-bangunan kuno abad pertengahan yang masih terjaga. Cukup dengan berjalan kaki, menaiki bis, kereta, dan kereta bawah tanah, kita bisa menikmati kota ini dengan sepuasnya. Hawa dingin dengan suhu berkisar antara 8 sampai 14 derajat celcius yang menemani tidak membuat badanku cepat kelelahan, bahkan jarang dibasahi keringat, sebab kelembaban udara di tempat ini tidak terlalu tinggi, meskipun berada di tepi pantai Mediterania. Jadi, jalan kaki dan menggunakan transportasi publik adalah pilihan yang paling tepat.

2. Pisa

Siapa yang tak kenal dengan Pisa, dengan menara condongnya yang melegenda. Yap, Pisa adalah nama sebuah kota di pinggir laut mediterania, sekitar 150 km dari kota Genova. Kota ini dibelah oleh sungai Arno yang bermuara ke laut Mediterania. Menara condong itu sendiri berada di dalam kompleks Piazza del Duomo Pisa. Cukup dengan membayar biaya tiket kereta sebanyak 14 Euro, kita bisa sampai di kota Pisa dari Genova dalam waktu 3 jam perjalanan. Kota ini begitu menawan, meskipun kecil, kota ini terasa begitu damai. Masyarakatnya gemar bersepeda, sehingga di sini terdapat jalur khusus untuk bersepeda dan sepeda sewaan.

3. Florence (Italian: Firenze)

Florence merupakan pusat kota karya seni di Italia, terutama seni pahat dan patung. Kota ini terkenal karena sejarahnya sebagai pusat perdagangan dan keuangan di abad pertengahan Eropa dan dianggap sebagai tempat kelahiran Renaissance. Karena kecantikannya, kota ini disebut ‘Athena dari abad pertengahan’. Di kota ini aku pun bisa menggunakan bis dan kendaraan umum kemana-mana dengan membeli tiket 24 jam seharga 4 euro. Berkeliling di Florence sejak sore hari hingga malam, lalu lanjut lagi keesokan harinya hingga siang hari merupakan waktu yang amat sedikit untuk mengeksplore keindahan kota, apa boleh buat. Hehe.

4. Rome (Italian: Roma)

Belum ke Italia kalau belum ke Roma. Yap, kota ini adalah salah satu kota tertua di dunia. Legenda mencatat Roma sudah ada sejak 753 SM, sebagai pusat kebudayaan kerajaan Romawi. Bahkan, Al-Qur’an pun mengabadikan peradaban Roma menjadi sebuah nama surat yakni Ar-Ruum. Masya Allah. Sebagai ibukota Italia, Roma merupakan kota terbesar dan terpadat di Italia. Selain itu, terdapat negara kecil di kota ini, yakni Negara Vatican. Sebuah negara dalam kota. Sehingganya, Roma dikenal sebagai ibukota dua negara. Sebagai kota yang menjadi saksi peradaban masa lalu, bangunan-bangunan bersejarah di kota ini benar-benar masih asli. Kota ini merupakan salah satu dari kota terindah yang pernah ku lihat seumur hidup. Berjalan kaki di Roma seakan-akan sedang berpetualang ke masa lalu. Tak berlebihan lah kiranya pepatah menyebutkan, “Tidak satu jalan ke Roma”.  Kota ini benar-benar mistis. Tentu saja, tiket 24 jam harus ada di saku, sehingga naik bis dan kereta bawah tanah bisa lebih leluasa. Namun sayang waktu yang teramat singkat harus memisahkanku dengan tempat ini. Sempat menginap semalam di hostel, aku pun berkeliling di Roma pada malam hari dan keesokan harinya dari pagi sampai siang. Kebetulan menjelang sore hari cuaca kurang bersahabat, hujan lebat mengguyur Roma diikuti angin kencang, sehingga tidak sempat lagi keliling lebih jauh. So sad, tapi tak mengapa. Mudah-mudahan suatu hari nanti sempat kesini lagi.. Amiin ya Allahh..

5. Milan (Italian: Milano)

Milan adalah kota metropolitannya Italia. Besar banget. Penduduknya kedua terpadat di Italia setelah Roma. Jalur kereta bawah tanahnya lebih ribet daripada Roma karena saking luasnya kota ini. Selain gedung-gedung pencakar langit, Milan tetap memperlihatkan sisi ke-Italia-annya. Tak sedikit ditemukan peninggalan-peninggalan sejarah di tempat ini, seperti Duomo di Milan yang merupakan gereja katedral terbesar ke lima di dunia dengan arsitektur yang amat mendetail, kemudian kastil yang besar, taman kota yang luas, dan lukisan-lukisan Leonardo da Vinci. Selain itu, kota ini juga merupakan kota pusat bisnis, industri dan perdagangan di Italia.

6. Venice (Italian: Venezia)

Venice, adalah kota terindah yang pernah ku lihat seumur hidup! Sebuah kota di pantai timur laut Italia, berdiri di tepian pantai bagaikan kota terapung. Kota ini dibelah-belah oleh sungai-sungai dan selat yang menawan, terdiri dari 117 pulau-pulau kecil yang dihubungkan oleh jembatan-jembatan. Gondola-gondola dan water bus siap memanjakan kita akan pesonanya. Kota ini bagaikan taman raksasa, tanpa ada jalan-jalan raya melainkan pedestrian yang luas dan nyaman untuk berjalan kaki. Kota yang amat romantis. Masya Allah. Aku jadi teringat penggambaran surga oleh Allah di dalam al-qur’an, “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.(QS.Al Hajj: 23) Ini baru dunia, maka seindah apakah surga itu ya Allah.. Masya Allah.

7. Portofino

Portofino merupakan destinasi terakhir yang aku kunjungi di Italia. Tempat ini merupakan desa nelayan kecil tak jauh dari Genova, namun sungguh menawan. Pemandangan laut mediterania yang menghempaskan ombaknya ke bukit-bukit curam di pinggiran desa benar-benar menakjubkan. Portofino sungguh terkenal dan menjadi salah satu objek wisata artis-artis kelas dunia, dengan puluhan cafe-cafe khas italia, vila-vila berwarna-warni di sepanjang pantai yang indah.

Alhamdulillah, Allah telah memperkenankan perjalanan ini. Aku pun tak pernah menyangka akan pernah menginjakkan kaki di benua Eropa hingga mengunjungi kota-kota ini, bahkan meski hanya seorang diri. Menjadi backpacker sungguh sangat menyenangkan! Mungkin saya sudah terlambat menyadari bahwa traveling itu pun adalah sesuatu yang sangat bermanfaat. Seperti ada mindset baru yang memenuhi setiap relung fikiran. Insipirasi bertubi-tubi datang setiap melihat hal-hal yang tak pernah terbayangkan. Tidak mengherankan jika bahkan Islam pun mengajarkan kita untuk melakukan traveling, “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” Masya Allah..

And I think, I’ve been falling in love with traveling!!😀

#to be continued, insya Allah.

2 thoughts on “Exploring Ancient Cities of Italy #Italychronicles – Part 5

  1. Tiap negara punya tata tata kota berbeda, tetapi Italia ini memang khas ya, An? Bangunan-bangunannya memiliki arsitektur yang khas dan megah. Jalan-jalannya juga ramah bagi pejalan kaki🙂. Langitnya biru dan udaranya bersih, sepertinya, membuat betah para penghuninya, juga ramah bagi para traveller.

    Btw, di sana ada copet nggak, An?

    Like

    • bener banget mi. bangunan italia memang khas banget. Suasananya nyaman banget buat traveling. Mungkin ada mi, tapi alhamdulillah gak pernah kecopet di Italia kmrn. Jaga aja penampilan jangan terlalu mencolok, simpan barang2 berharga di tempat yg aman. Berdo’a tentu saja. hehe

      Liked by 1 person

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s