Mengalami Sebelum Mengerti

Benar-benar minggu yang melelahkan, dimulai dari petualanganku ke Jojga dua minggu yang lalu, mengikuti rangkaian junior clerckship perdana di Interne RSUP M Djamil Padang, dan hari ini mulai mengikuti serangkaian ujian di blok pengelolaan penyakit tropis. Alhamdulillah.. Allah masih memberiku kesempatan demikian banyak untuk mengecap pengalaman luar biasa. Semoga nanti aku bisa menuliskannya di blog ini, jujur lagi susah nyari waktu senggang. *cie cie, #soksibuk😛

Sudah 3 hari berlalu, berkutat dengan slide-slide berisi materi kuliah penyakit tropis. Penyakit yang suka dan cinta banget sama Indonesia. Endemis. Ya karena Indonesia adalah negara tropis dengan penduduknya yang banyak dan masih berkembang, makanya penyakit tropis ini menjadi ‘sesuatu’ dan mesti dipahami oleh setiap tenaga kesehatan di Indonesia, termasuk dokter #sopasti lah!!! ckck.

Yang gak enaknya, saat ngebahas slide yang berisi pemaparan tentang water-born disease, salah satunya diare, tampaknya tidak cukup puas dengan membaca literatur dan slide-slide aja, tapi mesti dirasain sendiri! T_T You know what I mean.

Ya, akhirnya tanpa sebab muasabab yang jelas, 2 hari yang lalu badanku mulai demam, subfebril alias gak tinggi-tinggi amat. Diikuti malaise, anorexia dan fatigue. Intinya lemes, gak nafsu makan sama meriang. Aku pikir ini mah mungkin infeksi bakteri atau virus. Salah makan mungkin, atau efek aku hujan-hujanan saat pulang kuliah sore lima hari yang lalu. Walhasil panadol telah ku tegak dan demamku perlahan menghilang, namun masih tetap ngerasa lemes dan gak nafsu makan. Akhirnya, sehari kemudian, malam harinya, perutku mules tak karuan, dan goool. ckck

Diare memang rentan terjadi jika kita kurang memperhatikan kebersihan. Didukung oleh sanitasi yang jelek dan higiene yang kurang, penyakit ini bisa saja terjadi pada setiap orang. Diare ditandai dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lebih lembek hingga cair, sehingga bisa BAB lebih dari 3x sehari. Diare sering disebabkan karena kontaminasi makanan atau minuman dengan bakteri E.Coli, jika konsentrasinya banyak dan saat itu daya tahan tubuh kita kurang. Atau bisa juga mengonsumsi makanan yang merangsang atau tidak terbiasa dikonsumsi. Yang perlu diwaspadai adalah komplikasinya, yang paling cepat adalah dehidrasi atau kehilangan cairan. Jika tidak ditatalaksana dengan baik dapat menimbulkan kematian.

Akhirnya slide-slide pun terkapar tak terjamah. Tubuh lemas gak bertenaga dan hanya bisa terbaring di kasur. Gak kuat kemana-mana. Nasib..nasib.. Teringat esok hari ujian hari pertama segera dimulai. Tanpa pikir panjang malam itu -meski sudah setengah sadar- dengan nekatnya sepeda ku tancap melintasi PJKA menuju Apotek Jaya. Sebungkus plastik berisi obat-obatan akhirnya terbeli juga, meski sedang apatis. Sebungkus obat anti diare + 10 paket oralit siap disantap. Untung masih ada stok antibiotik di rumah. Walhasil, malam itu terasa begitu lama, entah berapa kali terbangun hendak buang hajat. –” ckck

Hi-BAB (baca: Hai beb) ku berlangsung 1 jam sebelum ujian dimulai. *You know, istilah keren teman-teman di kelompok tutorial (Hi-Beb, Hasrat Ingin Buang Air Besar😛 hha) Parah banget. Sempat pesimis mau ikut ujian. Masih oyong dan anoreksia. Tapi apa boleh buat.

Namun, alhamdulillah Allah memberi kelancaran saat ujian. Alhamdulillah gak ada Hi-beb lagi..hahaha.🙂

Saat itu mungkin hikmahnya, karena belajar tentang diare, tampaknya mesti ngerasain dulu yang namanya diare, supaya ngerti isi slidenya.😛 *apa coba? ckck

6 thoughts on “Mengalami Sebelum Mengerti

  1. Op aan… Jangan like like aja dong.. dikomen juga postingan dina nya.. kayak dina ini ngomen di postingan aan.. *maksa* haha :p
    ondeh aan.. Hi Bab aan ?? ndeh.. smga capek cegak an.. dan bisa baca slide lagi.. amiiin… 😀

    Like

  2. ecieee..yang udah mulai JC🙂
    kirain apa gitu, mengalami sebelum mengerti, ternyataaa
    btw aan, klu lagi darurat dan nggak ketemu obat diare semacam entrostop, teh pekat (atau + gambir kalau ada) bisa dicoba lho, Insya Allah ampuh😀

    Like

    • hahaha, alhamdulillah mi…baru mulai jumat sm sabtu kmrn..
      “ternyataa”, hha
      iya mi, masalahnya kmrn teh pekat juga gak ada,hha *btw ilmu baru dari ibu2 penjual samba, katanya jg gitu. teh pekat. nanti -kalau misalnya diare lagi- dicoba insyaAllah🙂
      *selagi masih ada yg alami memang lebih bagus nak mi…:mrgreen:

      Like

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s